Membangun Peradaban Ekonomi Islam Melalui Perencanaan Keuangan Syariah
SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah sukses menyelenggarakan **Professional Talk** yang membahas isu krusial "Membangun Peradaban Ekonomi Islam Melalui Perencanaan Keuangan Syariah". Acara inspiratif ini dilaksanakan pada **Jumat, 19 September 2025**, bertempat di Auditorium Gedung G6 FEB UNESA.
Pembukaan dan Sambutan Resmi
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang I FEB UNESA, **Dr. H. Moch. Khoirul Anwar, S.Ag., MEI.**, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap topik yang diangkat. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi, seperti yang diwujudkan dalam acara ini, sangat penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan mahasiswa.
Dr. H. Moch. Khoirul Anwar, S.Ag., MEI., menyampaikan sambutan pembukaan.
Acara juga diawali dengan sambutan hangat dari Koordinator Program Studi S1 Ekonomi Islam FEB UNESA, **Clarashinta Canggih, S.E., CIFP.**, yang menyampaikan harapan agar materi yang disampaikan dapat menjadi bekal ilmu yang aplikatif bagi mahasiswa dalam merencanakan masa depan keuangan yang berbasis syariah.
Clarashinta Canggih, S.E., CIFP., menyambut para peserta.
Diskusi ini menghadirkan narasumber istimewa, **Bapak Dea Aryandhana Mulyana Haris, S.AB., M.E., RIFA.**, yang merupakan Head of Sharia Department of IARFC Indonesia. Kehadiran beliau memberikan perspektif mendalam mengenai peran strategis perencanaan keuangan syariah dalam kehidupan individu dan pembangunan ekonomi umat secara keseluruhan.
Fondasi Kesejahteraan dan Keadilan (Materi Utama)
Dalam pemaparannya, Bapak Dea Aryandhana Mulyana Haris menekankan pentingnya **pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah** sebagai fondasi utama terciptanya masyarakat yang sejahtera, adil, dan berkeadaban. Perencanaan keuangan syariah, menurut beliau, jauh melampaui sekadar pengaturan aset dan konsumsi individu.
Bapak Dea Aryandhana Mulyana Haris saat menyampaikan materi utama.
Diskusi menyoroti bagaimana instrumen keuangan syariah memiliki peran strategis dalam **mendorong kemandirian ekonomi umat**. Melalui praktik bebas riba, *gharar* (ketidakjelasan), dan *maysir* (judi), sistem ini memperkuat sistem keuangan halal yang tangguh dan etis.
Wujud Nyata Maqashid Syariah
Lebih lanjut, acara ini menggarisbawahi upaya untuk **mewujudkan nilai-nilai Maqashid Syariah**—tujuan-tujuan utama dari hukum Islam, seperti perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta—dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Islam adalah sistem yang holistik, tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi tetapi juga pada kemaslahatan (kebaikan umum).
Interaksi aktif antara narasumber dan peserta selama sesi diskusi.
Professional Talk ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, menunjukkan antusiasme peserta dari kalangan akademisi dan mahasiswa FEB UNESA dalam memahami dan mengimplementasikan perencanaan keuangan syariah dalam kehidupan nyata.
DOKUMENTASI PENUTUP
Narasumber, moderator, dan panitia berfoto bersama setelah acara.
