Fintech, AI Adoption, Digitalization and The Future of Islamic Sustainable Finance
Pada tanggal 6 Oktober 2025, sebuah kuliah kolaboratif yang diselenggarakan oleh Islamic Business School, Universiti Utara Malaysia, telah sukses dilaksanakan. Acara yang mengusung topik krusial "Fintech, AI Adoption, Digitalization and The Future of Islamic Sustainable Finance" ini menghadirkan Dr. Zaki Ahmad sebagai narasumber utama. Kegiatan berlangsung secara hibrida di FEB G3 Smart Classroom dan platform Zoom, menarik perhatian banyak akademisi dan mahasiswa.
Sejak pukul 09.30 hingga 12.00 WIB, antusiasme para peserta sangat terasa. Mahasiswa memenuhi ruangan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap perkembangan keuangan Islam berkelanjutan di tengah gempuran teknologi. Interaksi dan pertanyaan yang diajukan mencerminkan semangat untuk memahami isu-isu terkini.
Suasana peserta di dalam kelas yang penuh perhatian.
Peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Dalam paparannya, Dr. Zaki Ahmad menyoroti isu-isu fundamental, khususnya mengenai **Dilema Etis dalam Pengambilan Keputusan Berbasis AI**. Beliau menjelaskan bagaimana rekomendasi yang dihasilkan oleh AI dapat berbenturan dengan nilai-nilai moral dan non-finansial, memicu pertanyaan etis yang mendalam dalam konteks ajaran Islam. Beberapa poin utama yang dibahas mencakup akuntabilitas moral AI dan bagaimana konsep Maqasid al-Shariah dapat diintegrasikan ke dalam algoritma keputusan.
Lebih lanjut, Dr. Zaki Ahmad juga memaparkan Agenda Riset dan Kebijakan untuk masa depan. Beliau menekankan bahwa dekade mendatang dari industri fintech Syariah akan sangat ditentukan oleh sejauh mana industri mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan integritas etika dan standardisasi global, termasuk harmonisasi standar Syariah dan pembangunan kapasitas profesional di bidang AI dan data science.
Dr. Zaki Ahmad (tengah) berfoto bersama perwakilan peserta dan penyelenggara acara setelah sesi selesai.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya kuliah kolaboratif yang penuh manfaat ini.
"Kuliah kolaboratif ini sangat krusial. Dr. Zaki Ahmad telah membuka mata kita bahwa di era digital, **integritas Syariah tidak boleh berkompromi dengan kecepatan teknologi.** Tantangan terbesar kita bukan hanya mengadopsi AI, tetapi memastikan ia bekerja sesuai dengan **Maqasid al-Shariah** yang menjadi fondasi ekonomi Islam berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk memasukkan isu-isu etika AI ini ke dalam kurikulum kami."
Clarashinta Canggih, S.E., CIFP.
Koordinator Program Studi S1 Ekonomi Islam, FEB UNESA
Laporan ini disajikan untuk tujuan informasi akademik.
