Fokus Dan Semangat adalah Fundamental Seorang Pengusaha Sukses
Surabaya—“Mindset Wirausaha Adalah Pilihan Terbaik” sebuah tema permulaan menegaskan kerjasama antara Fakultas Ekonomi Unesa dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI)-Jawa Timur,
“Pertemuan ini merujuk pada niatan dan harapan ISMI dalam membimbing mahasiswa sebagai calon saudagar muslim, khususnya mahasisewa ekonomi islam unesa, nanti rencana pengemasannya sendiri bisa berupa turun lapangan secara langsung, dan ini merupakan tindakan awal bahwa MoU yang sudah disepakati di tanggal 30 September 2016 sebelumnya bukan main-main,” tegas Rasid-Sekertaris ISMI dalam Business Action Class (BAC) di Sekretariat ISMI yaitu Gayung Kebonsari, Kamis (06/10).
ISMI sendiri mengaku bahwa berkepentingan mencetak saudagar-saudagar baru khususnya mahasiswa Ekonomi Islam Unesa dalam menerapkan teorinya dalam praktik realnya.
“Wirausaha adalah sembilan pintu rizki dari sepuluh pintu rizki, dan sahabat rasulullah 9 diantaranya adalah saudagar yang dijamin masuk surga. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak berwirausaha, kami akan mengembangkan mahasiswa dalam mewujudkan saudagar di kampus, khususnya Ekonomi Islam Unesa,” tutur Zubert-Sekertaris ISMI dalam BAC.
Setelah pertemuan kali ini mahasiswa akan diberikan teori seperti pengembangan bisnis, marketing dsb. Mahasiswa juga akan diberikan pengembangan sesuai silabus mengenai praktiknya sehingga strategi menggali bibit-bibit unggul untuk menjadi anak asuh ISMI tercapai. Selektif dan integritas sangat diutamakan dalam hal ini.
“Anak asuh ISMI harus siap dididik sebagai seorang wirausaha, bukan sekedar teori tapi praktik konkretnya, dalam unesa sendiri akan didirikan sebuah komunitas legal yang menjadi wadah bagi mahasiswa. Dalam hal ini terjadi seleksi terhadap mahasiswa sendiri, seleksi ini bisa berup tantangan dari pihak ISMI kepada para calon anak asuhnya,” lanjutnya
Riad Amir-CEO Simple Kreasi Group membuka pertemuan awal ini dengan pemaparan problematika penurunan terhadap wirausaha di Indonesia dari 0,1 menjadi 0,04 pada dua tahun terakhir. Hal ini harus terus dilakukan pengembangan sehingga peningkatan jumlah wirausaha akan terus meningkat bukan sebaliknya.
Aiz-pemilik produk capcin, sejenis minuman botol di sebuah kedai teman, seorang peserta dalam CBA mengaku pernah mengalami kegagalan dan banting setir dalam pengalamannya berbisnis, hal ini dikarenakan kurangnya pembiayaan dan tindakan preventif terhadap sebuah risiko, bakan pengelolaan organisatornya. Dan akhirnya membuahkan bisnis yang survive. Hal ini disambut baik oleh Riad Amir sebagai sebuah awal yang baik bagi wirausahanya.
“Islam itu menghargai proses, dan hasilnya akan mengikutinya, jika kita melakukan tindakan kebaikan maka hasilnya adalah kebaikan dan itu pasti akan kita dapatkan, terutama dalam bisnis, inilah yang kemudian disebut dengan ruh bisnis” ujarnya saat memberi materi awal.
ISMI adalah sebuah wadah bagi 265 lebih perusahaan muslim membentuk sebuah comunitas di universitas daerah Jawa Timur, khususnya unesa, comunitas ini akan menjembatani pengusaha dan calon pengusaha di berbagai area cakupannya, hingga ke setiap kabupaten dan kota sesuai fokus bisnis masing-masing.
“Bukan membahas kuantitas, namun kualitas, dalam hal ini kualitas membuat sebuah magnett yang akan menarik anggota baru,” papar Hendri Cahyono-Sekertaris Jurusan Ilmu Ekonomi terkait rencana pembuatan comunitas dalam universitas sendiri.
Sistem dalam keanggotaannya sendiri akan menyesuaikan bakat dan potensi yang ada dalam diri setiap anak asuhnya. Kemudian mereka akan digabungkan dengan para pakar dalam comunitasnya.
Riad juga memberikan contoh tindakan nyata ISMI dalam penanganan wirausaha di Indonesia. Dan pengusaha harus paham terhadap legalisasi, sehingga dalam kasus bebelack yang digugat media di tahun sebelumnya tim ISMI memberi pembelaan terhadap perkara itu, bukan hanya itu ISMI juga memback-upnya. dengan demikian isu tidak lagi tersebar dan perusahaan masih bisa terus berjalan.
“Saudagar muda dari mahasiswa akan diproteksi oleh ISMI dalam bisnisnya, sehingga tidak terjadi sebuah masalah dikemudian hari. Hal ini diwujudkan dengan adanya wadah atau lembaga yang sudah diakui Pemerintah, yaitu bersama kerjasama dengan LPPOM MUI dan OJK misalnya” ujar Raid
Seorang wirausaha harus faham semua aspek terkait bisnisnya, bukan hanya mengetahui teori bisnis, dalam marketing, produksi dll harus dipahami, terutama perkembangan pasar. Dalam hal ini saudagar harus membuka wawasan yang seluas-luasnya terhadap perkembangan bisnis yang mendunia.
Kunci dalam berbisnis yaitu Fokus dan Semangat, dua hal fundamental ini harus mengakar dalam diri pengusaha.
“Jika dalam dunia kerja kita mengabdi dengan perusahaan sebesar 95-100% sebagai nilai pekerja buruh, dan 5% bisa dipakai untuk dunia bisnis. Hal ini sangat terbalik jika dalam praktikknya sendiri jika kita terfokus dalam dunia bisnis 95-100% maka apabila terdapat kendala, hal itu tidak akan sepenuhnya menghancurkan bisnis kita, mungkin hanya 10-15%nya, selain itu akan mengembangkan bisnisnya sendiri. Ketidakberuntungan dalam bisnis pasti ada namun itulah proses yang akan mengantarkan pada kesuksesannya” pungkas Raid
Sahid S-Ketua IIBF Jawa Timur menambahkan bahwa problematika bisnis dalam era sekarang sangat berkurang dengan adanya berbagai wadah ataupun comunitas yang peduli dengan sesama pejuangnya. Hal ini diwujudkan dalam sebuah forum biasa misalnya, seseorang memaparkan problemanya, kemudian akan disanggah dengan berbagai saran dan motivasi yang meresponnya. Demikian nilai positif dan relasi dalam wadah sangat berpengaruh. Hasilnya seseorang akan mengambil sikap terhadap masalahnya setelah berkomunikasi dengan pakar ataupun jaringan serta relasinya.
“Pergunakan jaringan atau link bisnis yang ada, perbanyak relasi dengan sesama kefokusan bisnis demi menciptakan pengembangan bisnis berjalan,” paparnya
